PINTU TERLARANG - 2009 (SPOILER ALERT)


Di postingan sebelumnya tentang plot twist, saya mendapat rekomendasi untuk menonton film ini. Jadi setelah menonton, aku ingin bercerita soal film ini. Terima kasih ya Anonymous :)

Dengan mengusung nama Joko Anwar, sebenarnya sudah tertebak akan sesuatu yang berbeda di film ini. Sengaja saya tidak mencari review ataupun spoilernya, agar dapat menilai film ini dengan lebih obyektif. Hasilnya WOW.

Di awal masih belum tertebak arah ceritanya ke mana. Bahkan menurutku penyampaian ceritanya agak berloncatan. Mungkin juga karena di angkat dari sebuah novel sehingga ada keterbatasan di durasi. 

Dikisahkan bahwa Gambir, seorang seniman yang sukses, memiliki karier yang gemilang, istri yang cantik, serta sahabat-sahabat yang sangat mendukung. Sayangnya beberapa tahun pernikahan mereka belum dikaruniai anak. Sepertinya hal ini menjadi sebuah isu penting di dalam keluarganya (Ibunda Gambir) dan juga beberapa penggemar Gambir (atau hater?). Beberapa adegan mengisahkan tentang usaha perolehan anak ini. Tiba-tiba cerita melompat ke beberapa tahun sebelumnya, sebelum mereka menikah. Disini ke-absurd-an mulai muncul, dan sebenarnya bikin merinding. Terungkaplah rahasia sukses si Gambir dengan patung-patung buatannya. 

Ke-absurd-an lain mulai muncul ketika Gambir mendapat pesan-pesan misterius. Sebuah kalimat "tolong saya" dengan gaya tulisan anak-anak. Sekelebat seorang anak laki-laki juga sering muncul secara misterius. Karena penasaran, si Gambir terus mencari anak ini, dan akhirnya tahu di mana bisa menemukannya. Di sebuah Channel TV yang hanya disediakan oleh sebuah klub eksklusif. Gambir bisa melihat bagaimana anak itu disiksa oleh Ayah dan Ibunya di Channel tersebut, dan diakhirnya anak itu akan melihat kamera dan meminta tolong. 

Cerita bergulir tentang bagaimana Gambir ingin menolong anak itu. Namun, dalam pencariannya ternyata yang didapat adalah rahasia gelap tentang Ibu, istri, dan sahabat-sahabatnya yang mengkhianatinya. 

Untuk membalas pengkhianatan itu, dia mengundang ibu dan para sahabat untuk makan malam di rumahnya. Di meja makan itulah Gambir menghabisi hidup mereka dengan sangat keji dan berdarah dingin. Adegan ini menurut aku baguss bangettt. Karena kualitas seorang Fachri Albar sangat kuat muncul di sini. Joko Anwar juga tidak ragu dengan vulgar memberikan adegan yang berdarah-darah. Ada rasa merinding yang tidak nyaman saat menonton adegan ini. KEREN!

Namun setelah ini, penonton masih belum dibuat tenang, karena misteri tentang si anak kecil belum terkuak. Ternyata oh ternyata... ah mungkin nonton saja sendiri ya,, biar lebih seru. 

Overall, ide ceritanya sangat menarik (bahkan saya penasaran bagaimana cerita di novel aslinya). Setelah menonton, karena masih agak tidak paham dengan jalan ceritanya, saya segera mencari spoilernya (yes, I know, it sucks ya hehe). Beberapa adegan menurut saya agak membingungkan karena tidak ada jembatan cerita, berloncatan. Tapi mungkin ini adalah daya tarik film ini. Tanyakan pada kritikus film dan yang lebih berkompeten secara teknis. Sebagai penyuka film, menurut saya film ini cukup sulit dicerna, namun di sisi lain bangga banget sineas Indonesia bisa dan berani membuat film seperti ini. Bravo FIlm Indonesia! 








   


Komentar

Postingan Populer